SABAR??
Setiap orang pasti menanyakan apa itu sabar?dan bagaimana caranya agar kita sabar??
MARI SIMAK PAPARAN BERIKUT INI !!
Kehidupan yang kita lalui tak selalu menyenangkan, sering kita
merasa berputus asa dalam menyikapi ujian hidup yang datang bertubi – tubi.
Manusia sering menganggap bentuk ujian hidup hanyalah berupa penderita dan
kesedihan belaka. Padahal kecukupan dan kebahagiaanpun adalah wujud dari sebuah
ujian . namun kita sering lupa menganggap semua kesenangan itu sebagai ujian.
Ujian yang berupa kebahagiaan sering membuat kita lupa untuk
bersyukur kepada Sang Maha Pemberi Nikmat yaitu Allah swt dan kita sering
sekali tidak menginginkan ujian yang berupa kesenangan dan kebahagiaan itu
cepat berlalu.
Sangat berbeda dengan saat dimana kita menghadapi ujian
yang berupa kesedihan ,kekecewaan, sakit, merasa serba kekurangan
atau tertimpa suatu bencana , kita menginginkan semuanya cepat berlalu.
Disaat – saat tersebutlah baru kita teringat kepada Allah swt . Kita mengetuk
pintuNya di malam buta, menangis dan mengadukan nasib yang menimpa. Salahkah….?
Tentu tidak!
Allah senang dengan hamba yang kembali padaNya. Allah senang melihat
hambaNya yang mengetuk pintuNya ditengah malam buta, Allah senang melihat
hambaNya berdoa dan menangis mengharap pertolonganNya. Allah senang
dengan hambaNya yang mendekat dan mengingatNya. Allah senang dengan hamba yang
tidak menggantungkan hidupnya kepada sesama makhluk. Allah senang dengan
prasangka baik dari hambaNya.
Dalam sebua h hadist Qudsi Allah swt berfirman :
“ Aku akan berada disamping persangkaan hamba Ku kepada Ku. Jika dia
ingat kepada Ku dalam dirinya, maka Aku ingat kepadanya dalam diri Ku. Jika dia
ingat kepada Ku dalam kerumunan yang ramai, maka Aku ingat kepadanya dalam
kerumunan yang lebih baik daripada kerumunan mereka. Jika dia mendekat kepada
Ku satu jengkal, maka Aku mendekat kepadanya satu lengan. Jika dia mendekat
kepada Ku satu lengan , maka Aku mendekat kepadanya satu depa. Jika dia
mendekat Ku dengan berjalan, maka Aku mendekat kepadanya dengan berlari “ (HR. Abu Hurairah)
Dengan demikian , hamba yang tengah galau dilanda duka cita
janganlah berputus asa lalu bunuh diri atau mencari – cari kesalahan
orang lain dan melampiaskannya dalam kemarahan yang luar biasa atau mencari
penolong kepada selain Allah swt mis. melalui perdukunan . Sama sekali tidak
menyelesaikan masalah bahkan menambah panjang permasalahan .
Tidak mudah memang untuk mampu bersikap sabar dan ikhlas,
Penulispun demikian. Namun kita harus belajar dan terus belajar. Kita harus melatih
diri kita untuk siap sedia menerima apapun cobaan yang diberikan Allah, baik
berupa duka cita maupun senang dan bahagia. Bagaimana seseorang dapat dikatakan
sabar bila tidak diuji terlebih dahulu .
Allah telah berfirman :
Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan:
“Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi? (QS. Al ‘Ankabuut [29] :
2)
Dan satu hal penting yang harus selalu kita ingat, disaat mendapat
ujian seberat apapun kita harus percaya diri bahwa kita akan mampu
menyelesaikan persoalan – persoalan tersebut dengan baik karena Allah berfirman
:
“Allah tidak akan memberikan beban kepada seseorang di luar batas
kemampuannya” (Qs Al Baqarah :286)
Maka yakinlah, bahwa semua cobaan pahit dalam kehidupan tidak
mungkin Allah ujikan bila kita dianggapNya tidak mampu untuk melaluinya. Allah
tidak bermain – main dalam hal penciptaan apapun. Allah sangat memahami dan
tahu akan kekuatan dan kemampuan hambaNya. Allah tidak asal memilih seorang
hambanya untuk diuji . Berat ringannya suatu ujian yang
diujikan Allah kepada hambaNya telah Allah tetapkan dengan pengetahuanNya.
Hikmah dibalik sikap sabar kita dalam menghadapi ujian
diantaranya adalah seperti apa yang disabdakan Rasullah saw :
Dari Abu Said dan Abu Hurairah r.a. berkata: Rasulullah saw
bersabda,
“Tiadalah seorang Muslim itu menderita kelelahan atau penyakit atau
kesusahan (kerisauan hati) hingga tertusuk duri melainkan semua itu akan
menjadi penebus kesalahan-kesalahannya.”
( HR Bukhari - Muslim)
( HR Bukhari - Muslim)
Akhir kata, ana memaparkan ini sekedar untuk sharing dan
berdasarkan pengalaman hidup yang pernah ana lalui sendiri. Ketahuilah ana hanya seorang santri di sebuah pesantren yang bernama "Ma'had Al-Qur'an Wal Hadis".. Disaat keputusasaan dan persoalan hidup datang bertubi-tubi, ana dapat
bangkit dengan mengkaji dan mencoba memperbaiki diri serta
memandang persoalan-persoalan bukan dengan kesempitan fikir dan
keterbatasan akal serta usaha saja . Melainkan adanya keyakinan diri
bahwa Allah swt tidak akan pernah membiarkan umatnya tenggelam dalam duka
selamanya .
karena dibalik kesulitan pasti ada kemudahan dan Allah menjanjikan pahala yang besar bagi kita untuk kehidupan kita nanti.
karena dibalik kesulitan pasti ada kemudahan dan Allah menjanjikan pahala yang besar bagi kita untuk kehidupan kita nanti.
“ Hai hamba – hambaKu yang beriman, bertakwalah kepada Tuhanmu.”
Orang – orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan. Dan bumi
Allah itu adalah luas. Sesungguhnya hanya orang – orang yang bersabarlah yang
dicukupkan pahala mereka tanpa batas (QS Az Zummzr 10 )
Semoga bermanfaat :)
Love you All :* (Maqdis Family)
Love you All :* (Maqdis Family)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar